Tahun 2012 ketika Pusbang SDM Kebudayaan didirikan, yang menjadi dasar seluruh kegiatan pengembangan SDM Kebudayaan adalah data SDM Kebudayaan. Mengapa hal ini penting, karena perencanaan yang matang berasal dari data yang akurat, bukan lagi program yang tidak terencana baik. Simpelnya adalah dari data ini akan berbicara jumlah dan persentase kebutuhan Peningkatan Kompetensi dan Sertifikasi di Unit Kerja Kebudayaan (aparatur) maupun di masyarakat nantinya.

Pendataan SDM Kebudayaan telah dimulai sejak tahun 2012 dengan sasaran di 52 Unit kerja kebudayaan dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang terdiri dari Unit Kerja Pusat dan Unit Pelaksana Teknis Kebudayaan yang tersebar di daerah. Data yang terkumpul sebanyak 6.100 orang dengan komposisi Non PNS 36 % sedangkan 64 % adalah PNS atau disebut juga aparat sipil negara. Data ini kemudian di verifikasi tahun 2013, dengan hasil data real SDM Kebudayaan 4449 dan dari data ini dihasilkan pemetaan kondisi SDM Kebudayaan 52 unit kerja kebudayaan tersebut pada beberapa kategori data yaitu data diri, pendidikan formal, diklat/pelatihan/bimtek, dan data kompetensi SDMK.

Sementara itu di tahun 2013 dilanjutkan pendataan dengan sasaran 33 Dinas Propinsi bernomenklatur kebudayaan (karena ketidak seragamnya Dinas di Pemda) dengan SKPDnya termasuk Taman Budaya dan Museum Negeri atau Museum Swasta yang dibiayai Pemerintah Propinsi. Pendataan ini dibantu oleh LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) yang berada di seluruh Indonesia yang bertugas dalam kegiatan ini debagai operator (karena sudah terbiasa dengan pendataan guru/NUPTK) mendampingi petugas pencacah dari Dinas Propinsi. Selain itu dalam pengolahan data dikerjasamakan dengan Sekolah Tinggi Statistik dibawah Badan Pusat Statistik (BPS) karena telah berpengalaman dalam bidang pendataan dan pengolahan data statistik.

Untuk tahun 2014, telah direncanakan untuk pendataan SDM Kebudayaan model, dengan sasaran seluruh SDMK aparatur dan masyarakat dari Propinsi sampai Kecamatan di tiga Propinsi, yaitu Sumatera Barat, Banten dan Nusa Tenggara Barat.

Pendataan SDM Kebudayaan ini dikembangkan dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yaitu dengan menggunakan aplikasi desktop dan web aplikasi, sehingga dimungkinkan hasil yang terentry dapat cepat dan diakumulasi datanya. Hasil dari analisis data ini kemudian di tampilkan di web Pusbang SDM Kebudayaan dengan nama www.sdmkebudayaan.com. Diharapkan dari pendataan ini, disamping untuk membacup kebutuhan data Peningkatan Kompetensi dan Sertifikasi SDM Kebudayaan, juga sebagai layanan informasi kepada masyarakat, khususnya yang membutuhkan jasa SDM Kebudayaan yang profesional. (Rijal)

Автор : btamedia