PNPM-Perdesaan Nunukan

Kabupaten Nunukan merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bulungan 6 tahun silam yang dibentuk berdasarkan kebijakan luas wilayah, peningkatan pembangunan pelayanan kepada masyarakat. Sejak diterbitkannya UU No 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, maka dilakukan pembagian Kabupaten, Bulungan menjadi dua Wilayah pemekaran dan Kabupaten Bulungan menjadi Kabupaten Induk, dengan daerah pemekaran yang dituangkan dalam UU No. 47 tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Nunukan, Malinau, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Bontang yang ditetapkan pada tanggal 04 Oktober 1999.

Berdasarkan UU tersebut, maka resmilah Nunukan menjadi Kabupaten Nunukan yang terdiri dari Delapan wilayah Kecamatan. Diawali dengan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nunukan Drs. H. Bustaman Arhan pada tanggal 12 Oktober 1999 di Jakarta.

Pada tanggal 11 April 2001 dilakukan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nunukan periode 2001-2006 dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Nunukan yang pada akhirnya memilih dan menetapkan H. Abdul Hafid Ahcmad sebagai Bupati dan Drs. Kasmir Foret, MM. sebagai Wakil Bupati dan dilantik pada tanggal 30 Mei 2001.

Kabupaten Nunukan salah satu dari Kabupaten di Indonesia yang berbatasan langsung dengan tetangga Malaysia. Dengan demikian memungkinkan terjadinya lintas batas dalam jumlah yang relatife besar. Kabupaten memiliki sejumlah pulau yaitu Pulau Nunukan yang terletak di Kabupaten Nunukan, Pulau Tinabasan, Haus, Bukat, Sebatik, Sinelak, Itai dan sinualang yang terletak di kecamatan Sebatik. Selain pulau Kabupaten juga memiliki beberapa Gunung yang tersebar dibeberapa Kecamatan, yaitu Gunung Batu Maja, Pempuanang, Manset, Kayan, Tidalipu, Pawa, Bukit Titeh, Tudadaun, Depuan, Pengdam, Budukusia, Tungkam, Lelangit, Ruangting, Gambalia, Muluk, Batu Bagalun, dan Klawit.Kabupaten Nunukan juga dialiri oleh sungai yaitu, Sungai sembakung, Sulanan, Sumalungun, Sepadaan, Itay, Sebuku, Agisan, Tikung, Tabur dan Seimenggaris, Kabupaten Nunukan memiliki wilayah yang cukup berpariasi berdasarkan bentuk relief, kemiringan lereng dan ketinggian dari permukaan laut. Selain itu untuk wilayah barat terdapat daerah perbukitan terjal, bagian tengah agak berbukit sedangkan bagian timur mempunyai daerah dataran bergelombang sampai landai sampai landai yang memanjang hingga kearah timur. Perbukitan terjal disebalah utara bagian barat merupakan wilayah pengunungan yang memanjang dengan ketinggian 1500 - 3000 meter diatas permukaan laut, sedangkan perbukitan disebelah selatan bagian tengah mempunyai ketinggian 500 - 1500 meter diatas permukaan laut.

Keadaan topografi perbukitan mempunyai sudut kelerengan lebih dari 30 dan dataran tinggi mempunyai kemiringan berkisar antara 8-15, sedangkan daerah perbukitan memiliki kemiringan sangat terjal diatas 15. Dengan demikian kemiringan rata-rata berkisar antara 0-15. Pada bagian timur pantai daerahnya sedikit bergelombang yaitu 3-8. Begitu pula dengan Kecamatan Sebatik topografinya hampir sama dengan Pulau Nunukan daerahnya datar dan sedikit bergelombang dengan kelembaban udara antara 55 sampai 98.

V I S I

Mewujudkan Kabupaten Nunukan menjadi kawasan perdagangan agroindustri dan jasa di Kawasan Asia Tenggara dalam rangka menyongsong perdagangan bebas yang didukung oleh Sumber Daya Manusia yang menguasai IPTEK dan dilandasi IMTAQ.

M I S I

  • Mempertahankan stabilitas keamanan guna melandasi proses pembangunan.
  • Mencipatakan masyarakat yang mampu bersaing dalam menhadapi Ekonomi global dan perdagangan bebas.
  • Peningkatan dan pengembangan pembangunan yang lebih merata keseluruh daerah pedalaman dan perbatasan dengan meningkatkan peran serta masyarakat.
  • Pemanfaatan keanekaragaman Sumber Daya Alam secara lestari yang berorientasi industri pengolahan dan ekspor, dengan memperhatikan aspek lingkungan hidup dan budaya setempat.
  • Penguatan Ekonomi kerakyatan yang didukung oleh peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia yang menguasai IPTEK dan dilandasi IMTAQ.
  • Pengembangan daya saing daerah dalam rangka mendukung Kabupaten Nunukan sebagai kawasan perdagangan Asia Tenggara dengan mengembangkan potensi pedesaan sebagai daerah unggulan dan daerah produktif
  • Peningkatan investasi berskala International dengan penyediaan fasilitas dan jasa pelayanan menuju perdagangan.
  • Memperkokoh peran Ekonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggungjawab didukung oleh aparatur pemerintah yang baik dan terpercaya (Good Governance) dan partisipasi masyarakat secara luas dalam pembangunan
  • Membuka peluang untuk perdagangan bebas sabah Malaysia dan Brunei Darussalam.
  • Memciptakan daerah Kecamatan Sebatik, Kraya, Lumbis, Sembakung, Sebuku sebagai daerah pertanian dan perkebunan.

Strategi dan arah kebijakan.

  • Intensifikasi pemanfaatan dan sumberdaya alam secara lestari dan beriorentasi pada industri pengolahan dan Expor.
  • Peningkatan dan pengembangan kualitas sumberdaya manusia.
  • Pengembangan dan peningkatan investasi, khususnya disektor swasta.
  • Pengembangan peningkatan pemanfaatan pelayanan Infrastruktur daerah.
  • Peningkatan penguasaan Iptek khususnya yang berkaitan dengan industri dan jasa.

Kabupaten Nunukan terletak diprovinsi Kalimantan Timur, Kabupaten ini terdiri dari 7 Kecamatan, dengan jumlah penduduk 109.524 jiwa, dengan kepadatan penduduk 7.68 jiwa/km. Mata pencarian sebagian warga adalah Pertanian, selain itu, adapula yang bekerja sebagai Nelayan dan berdagang.

Kabupaten ini mulai mengikuti PPK pada tahun 2003 (PPK Fase II). Pada tahun pertama PPK fase II jumlah Kecamatan yang berpartisipasi sebanyak 5 kecamatan. Pada tahun kedua dan ketiga jumlahnya masih 5 Kecamatan. Sebanyak 1 kecamatan mendapat pendanaan dengan pola Matching grant (MG) tahun 2003 selanjutnya 5 kecamatan dikabupaten ini yang berpartisipasi pada PPK Fase II. Pada tahun 2006 2 Kecamatan mengikuti PPK Fase III.

Setiap lokasi harus melalui sejumlah tahap kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pelestarian, sesuai petunjuk teknis operasional (PTO) PPK. Antusias masyarakat untuk berpartisipasi dengan PPK terbilang tinggi tingkat partisipasi tertinggi terjadi pada tahap I Siklus IV, mencapai 23.43%. Keterlibatan kaum perempuan cenderung menurun dari 11.21% ditahun pertama menjadi 4.99% pada tahun terakhir pelaksanaan PPK Fase II. Partisipasi perempuan tertinggi terjadi pada tahap I Siklus IV, mencapai 11.21%. Keterlibatan orang miskin juga cenderung menurun dari 16.52% ditahun pertama menjadi 9.67% pada tahun terakhir PPK Fase II. Tingkat partisipasi orang miskin tertinggi terjadi pada tahap pertama Siklus IV, mencapai 16.52%.

Partisipasi masyarakat juga ditunjukkan dalam bentuk sumbangan dana *swadaya) dan tenaga. Tingkat swadaya tertinggi ditunjukkan warga di kecamatan Lumbis sebesar Rp. 172.371.300,- atau 11.49% dari BLM yang digunakan membangun Sarana Prasarana dari Lokasi BLM perkegiatan.

Kegiatan Sarana Prasarana mendominasi kegiatan PPK di Kabupaten ini. Pada PPK Fase II sebanyak Rp. 7.497.214.950,- atau (83,30%). BLM digunakan untuk membiayai kagiatan prasarana. Sedangkan untuk kegiatan Ekonomi (UEP/SPP) jumlahnya sebesar Rp. 305.985.000,- atau 3,40%, pendidikan Rp. 695.962.550,- atau 7.73% dan kesehatan Rp.1.822.801.815,- atau 20.25%. Berikut adalah risalah kagiatan PPK di Kabupaten Nunukan.


Cakupan Lokasi PPK di Kabupaten Nunukan

Tingkat PPK Fase II PPK Fase III PNPM
Mandiri
Perdesaan
2008
Siklus 4
2003
Siklus 5
2004
Siklus 6
2005
Siklus 9
2006
Siklus 10
2007
Kecamatan 5 5 5 2 4 5
Desa 212 213 215 23 164 188

1. Gambaran Umum.

Kabupaten Nunukan merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Kalimantan Timur, dengan posisi geografis pada 11533' sampai dengan 11833' Bujur timur dan 315' sampai dengan 424' lintang utara. Dan memiliki luasan wilayah sepanjang 14.263,68 km yang melingkupi 8 kecamatan, 219 desa dan 5 kelurahan.

Secara administratif, Kabupaten Nunukan ini berbatasan langsung dengan:

  • Sebelah utara: Malaysia Timur Sabah.
  • Sebelah timur: Laut Sulawesi.
  • Sebelah selatan: Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau.
  • Sebelah barat: Malaysia Timur Serawak

Lapangan Usaha Pertanian, sub sector yang memberikan kontribusi terbesar adalah Sub Sektor Kehutanan walaupun nilai kontribusinya sejak tahun 2002-2004 cenderung menurun. Sub sektor yang beraspek cerah dengan trend meningkat adalah Sub Sektor : Peternakan dan hasil-hasilnya, dan Sub Sektor Perikanan. Sedangkan Sub Sektor : Tanaman Bahan pangan, dan Tanaman Perkebunan masih flukuatif.

Jumlah penduduk kabupaten Nunukan berdasarkan data BPS tahun 2007 berjumlah 125.585 jiwa, yang meliputi 33.547 kk (sumber BPS Kab Nunukan, Th 2007). Kecamatan termiskin di Kabupaten ini adalah Kecamatan Lumbis. Sebagian besar masyarakatnya berpendidikan hanya Sekolah Dasar (SD), dan yang memiliki pendidikan hingga lulusan S1 hanya sejumlah kurang dari 0,1%.

Kabupaten ini mulai mengikuti PPk pada tahun 2003 (PPK Fase II). Pada tahun pertama PPK Fase II jumlah kecamatan yang berpartisipasi sebanyak lima (5 kecamatn. Jumlah kecamatan yang terlibat PPk ini hingga tahun ketiga atau tahun akhir Fase II (tahun 2005) tetap lima Kecamatan ini saja.


Tabel Dana BLM per Kecamatan

Kecamatan BLM per Tahun
2003 2004 2005 2006 2007 2008
Sebuku 3.000.000.000
Krayan 500.000.000 500.000.000 500.000.000 750.000.000 3.000.000.000
Lumbis 500.000.000 500.000.000 500.000.000 1.000.000.000 3.000.000.000
Nunukan 1.000.000.000 1.000.000.000 1.000.000.000 1.000.000.000
Sebatik 500.000.000 500.000.000 500.000.000 1.250.000.000 1.000.000.000
Sembakung 500.000.000 500.000.000 500.000.000 500.000.000 500.000.000 3.000.000.000
Jumlah3.000.000.0003.000.000.0003.000.000.0001.500.000.0003.500.000.00013.000.000.000

Tabel Kegiatan PPK Kabupaten Nunukan

Jenis Kegiatan PPK Fase II PPK Fase III PNPM
Mandiri
Perdesaan
2008
Siklus 4
2003
Siklus 5
2004
Siklus 6
2005
Siklus 9
2006
Siklus 10
2007
Infrastruktur
Jalan (Unit) 5 unit 7 unit 1 unit
Panjang jalan (kilometer) 4.600 5.050 0.150
Badan Jalan Gorong-gorong - 4 unit -
Jembatan (unit) 2 unit 2 unit 1 unit
Tambatan Perahu 1 unit
Air Bersih 4 unit 1 unit
Jembatan dan Sumur Gali 32 unit - - 17 unit
Air Bersih/Pipanisasi 14 unit 8 unit 5 unit
Panjang Pipanisasi 17.032 m 14.824 m 5.364 m
Air Bersih / Pompanisasi 2 unit 5 unit -
Panjang pompanisasi 1.300 m 1.203 m -
Air Bersih / PAH 26 unit 4 unit 27 unit 9 unit
Air Bersih /Sumur Gali & Sumer Bor 6 unit - - 6 unit
Pengadaan Tangki Air Bersih. 63 unit 10 unit 44 unit
SAB/Sumur Bor/Bak 35 unit 37 unit
Hidran Umum / PAH 20 unit -
MCK & Sumur Bor (unit) 17 unit 16 unit 10 unit 4 unit
Irigasi (unit) - -
Panjang Irigasi (km) - -
Pasar Baru (unit) 1 unit 2 unit 1 unit
Balai Pertemuan Desa 2 unit 6 unit 2 unit
Panjang x Lebar P.38, L.19 P.100, L.58 P.36, L.19
Rehab Pasar (unit) 1 unit
Listrik (unit) 2 unit
Jerambah 1 unit
Panjang x Lebar P.54, L.2
Asrama Anak Sekolah 1 unit
Panjang, Lebar P.20, L.15
Pengadaan Gilingan Ubi 4 unit 21 unit
Jumlah Hari Orang Kerja (HOK) 11.628 16.210 15.131
Ekonomi 5 kelompok 24 Kelompok
Jumlah Kelompok SPP 9 kelompok 29 Orang 144 Orang
Pemanfaat SPP 65 orang 2 Kelompok
Jumlah Kelompok UEP 1 kelompok
Pemanfaat UEP
Pendidikan & Kesehatan
Pos Kesehatan / Posyandu 2 unit 1 unit 9 unit 14 unit
Pengadaan Obat-obatan 12 bln
Sekolah Baru 1 unit
Rehab Gedung Sekolah 2 unit
Panjang x Lebar P.7, L.7
Paket Beasiswa 13 desa 4 desa 6 desa 2 desa
Penerima Beasiswa 575 siswa 195 siswa 1.027 siswa 65 siswa
Pengadaan Alat Bermain, Belajar,
Seragam Sekolah dan Honor Guru.
12 Bln 7 Orang
Honor Guru
11 Orang
Honor Guru
633 siswa,
12 honor guru.

2. Dana Bergulir UEP dan SPP.

Dana bergulir berupa Usaha Ekonomi Produktif (UEP) disalurkan melalui PPK di kabupaten Nunukan sejak tahun anggaran 2003 sedangkan dana bergulir berupa Simpan Pinjam (khusus) Perempuan (SPP disalurkan sejak tahun anggaran 2003 s/d sekarang yang besarnya sebagai berikut.

  • UEP: Rp. 302.500.000 dengan 8 kelompok.
  • SPP: Rp. 74.700.000 dengan 10 kelompok.

2.1. Perkembangan Dana Bergulir

Table berikut menunjukan tingkat pertumbuhan aset dana bergulir yang dikelola Unit Pengelola Kegiatan (UPK) per Juni 2008.

Tabel Pertumbuhan Aset

Kecamatan Asset Dana Bergulir di UPK
Dana Awal Saat Ini Pertubuhan (%)
Sebatik (UEP) 136.600.000 302.500.000 121%
Sebatik (SPP) 22.700.000 74.700.00 229%
Sembakung 100.000.000
200.000.000
100%
Jumlah259.300.000577.200.000123%

2.2. Tingkat Pengembalian Pinjaman

Table berikut menunjukan tingkat pengembalian pinjaman dana bergulir per Juni 2008.

Tabel Tingkat Pengembalian Pinjaman UEP

Kecamatan Saldo Pinjaman Pengembalian (%)
Sebatik 112.183.185 68%
Sembakung - -
Jumlah112.183.18568%

Tabel Tingkat Pengembalian Pinjaman SPP

Kecamatan Saldo Pinjaman Pengembalian (%)
Sebatik 11.699.998 78%
Sembakung 110.000.000 98%
Jumlah121.699.998176%

3. Partisipasi Masyarakat

3.1 Keterlibatan dalam Kegiatan.

Partisipasi masyarakat dalam mengikuti tahapan kegiatan secara kualitatif rata-rata bernilai Cukup Aktif. Sedangkan prosentase partisipasi dalam mengikuti kegiatan:

  • Perempuan mencapai 2.526 orang
  • Orang miskin mencapai 4.044 orang

3.2 Swadaya

Bentuk swadaya masyarakat dalam pelaksanaan PPK terdiri dari:

Swadaya Material

Kecamatan Jenis Swadaya
Bahan Alat Lahan (m)
Sebatik - - 840 m
Jumlah--840 m

Swadaya Tenaga Kerja

Kecamatan Swadaya Tenaga Kerja
HOK Perempuan Orang Miskin
Sebatik 74 24 50
Jumlah742450

Swadaya Uang Tunai

Kecamatan Swadaya Uang Tunai
Sebatik -
Jumlah-

4. Data Kegiatan di Kecamatan

4.1 Kecamatan Lumbis
Tahun Pelaksanaan : 2003, 2004, dan 2005.
Total Dana BLM : Rp 1.500.000.000.
Desa Partisipasi : 27 Cluster / 77 Desa
Desa Terdanai : 18 Cluster / 48 Desa
4.1.1 Cluster Mansalong (1 Desa)
Mendapat dana PPK tahun 2003 dan 2004.
Dana awal SPP : Rp 9.500.000
Sampai saat ini : Rp 27.708.926,16
Sarana fisik : Rp 119.874.800.
Berupa : Pasar Rakyat 10 x 24 m.
4.1.2 Cluster Limut (2 Desa)
Mendapat dana PPK tahun 2003.
Dana awal SPP : Rp 9.500.000
Sampai saat ini : -
Sarana fisik : -
4.1.3 Cluster Multi Sukilan (5 Desa)
Mendapat dana PPK tahun 2003.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa :
Air Bersih : Rp 112.718.650.
Asrama Sekolah : Rp 189.582.000.
4.1.4 Cluster Muluk Mansili (3 Desa)
Mendapat dana PPK tahun 2003.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa :
Air Bersih : Rp 71.527.500
Asrama Sekolah : Rp 189.582.000
4.1.5 Cluster Sabindo (3 Desa)
Mendapat dana PPK tahun 2003.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa :
Air Bersih : Rp 67.117.850
4.1.6 Cluster Senang Hati (2 Desa)
Mendapat dana PPK tahun tahun 2004.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa :
Air Bersih : Rp 34.896.350.
4.1.7 Cluster Karya Tani (3 Desa)
Mendapat dana PPK tahun 2004 dan 2005.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa :
Jalan dan Jembatan : Rp 67.117.850
Tanki 27 unit : Rp 91.660.000
4.1.8 Cluster Karya Tempat Guna (4 Desa)
Mendapat dana PPK tahun 2004 dan 2005.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa :
MCK 8 Unit : 129.431.800
Posyandu : 38.592.450
Beasiswa : 13.100.000
4.1.9 Cluster Hawa-Hawa Angkut (3 Desa)
Mendapat dana PPK tahun 2004 dan 2005.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa :
Air Bersih : Rp 78.677.100
4.1.10 Cluster Sendi Baru (4 Desa)
Mendapat dana PPK tahun 2004.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa :
Air Bersih : Rp 36.419.200
4.1.11 Cluster Pamula (2 Desa)
Mendapat dana PPK tahun 2004.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa :
Profil tank 10 unit : Rp 20.443.050
4.1.12 Cluster Bulan - bulan (3 Desa)
Mendapat dana PPK tahun 2005.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa :
Air Bersih : Rp 69.130.400
4.1.13 Cluster Long Bulu (1 Desa)
Mendapat dana PPK tahun 2005.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa :
Air Bersih : Rp 58.168.200.
4.1.14 Cluster Setia Usaha (3 Desa)
Mendapat dana PPK tahun 2005.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa :
Air Bersih : Rp 74.588.800.
4.1.15 Cluster Tukulon (1 Desa)
Mendapat dana PPK tahun 2005.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa :
Air Bersih : Rp 49.028.750.
4.1.16 Cluster Kalan Sanan (4 Desa)
Mendapat dana PPK tahun 2003 dan 2004.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa :
Air Bersih : Rp 38.283.650.
4.1.17 Cluster Ampalinit (3 Desa)
Mendapat dana PPK tahun 2005.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa :
Air Bersih : Rp 30.630.000.
4.1.18 Cluster Karya Terpadu (3 Desa)
Mendapat dana PPK tahun 2005.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa :
Air Bersih : Rp 11.763.750.

4.2 Kecamatan Sembakung
Tahun Pelaksanaan : 2006.
Total Dana BLM : Rp 500.000.000.
Desa Partisipasi : 16 Desa.
Desa Terdanai : 8 Desa.
4.2.1 Desa Atap
Mendapat dana PPK tahun 2006.
Dana awal SPP : Rp 400.000.000.
Sampai saat ini : -
Dana awal UEP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa : -
4.2.2 Desa Tagul
Mendapat dana PPK tahun 2006.
Dana awal SPP : Rp 60.000.000.
Sampai saat ini : -
Dana awal UEP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa : -
4.2.3 Desa Katul
Mendapat dana PPK tahun 2006.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Dana awal UEP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa : Rp 92.967.000
Balai Pertemuan : 1 unit (18 x 10 m)
4.2.4 Desa Saduman
Mendapat dana PPK tahun 2006.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Dana awal UEP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa : Rp 89.572.700
Balai Pertemuan : 1 unit (18 x 9 m)
4.2.5 Desa Pulau Keras
Mendapat dana PPK tahun 2006.
Dana awal SPP : -
Dana awal UEP : -
Sampai saat ini : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa : Rp 149.688.100
Air Bersih : 6 unit
Jamban & Sumur Gali 17 unit
4.2.6 Desa Butas Bagu
Mendapat dana PPK tahun tahun 2006.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Dana awal UEP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa
Honor Guru : Rp 32.675.700.
4.2.7 Desa Sabulan
Mendapat dana PPK tahun 2006.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Dana awal UEP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa : Rp 76.699.000
Balai Pertemuan : 16 x 18 m
4.2.8 Desa Tulang
Mendapat dana PPK tahun 2006.
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Dana awal UEP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa : Rp 16.052.000
Penggilingan Ubi : 6 unit

4.3 Kecamatan Sebatik
Tahun Pelaksanaan : 2003.
Total Dana BLM : Rp 500.000.000.
Desa Partisipasi : 8 Desa.
Desa Terdanai : 6 Desa.
4.3.1 Desa Pancang
Mendapat dana PPK tahun 2003 .
Dana awal SPP : Rp 7.052.631.
Sampai saat ini : -
Dana awal UEP : Rp 24.210.526
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa : -
4.3.2 Desa Sungai Nyamuk
Mendapat dana PPK tahun 2003 .
Dana awal SPP : Rp 7.052.631.
Sampai saat ini : -
Dana awal UEP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa : Rp 30.048.421.
4.3.3 Desa Taru
Mendapat dana PPK tahun 2003 .
Dana awal SPP : Rp 10.000.000
Sampai saat ini : -
Dana awal UEP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa : Rp 45.377.895
MCK : 8 unit (6 x 4 m)
4.3.4 Desa Tanjung Karang
Mendapat dana PPK tahun 2003 .
Dana awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Dana awal UEP : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa : Rp 34.918.636
Jembatan : 1 unit (23,5 x 1,5 m)
4.3.5 Desa Setabu
Mendapat dana PPK tahun 2003 .
Dana awal SPP : -
Dana awal UEP : -
Sampai saat ini : -
Sampai saat ini : -
Sarana fisik berupa : Rp 146. 651.684
MCK : 9 unit (6 x 4 m)

Pada PPK Fase II saja, program telah mendanai pembangunan 457 unit prasarana dasar perdesaan. Dengan begitu, hingga saat ini, PPK dikabupaten ini telah mendanai pembangunan 457 unit prasarana. Dari kegiatan pembangunan prasarana yang dilakukan selama PPKFase II, sejumlah mayarakat mendapat kesempatan bekerja dan membukukan Hari Orang Kerja (HOK) sebanyak 42.969 sampai saat ini, PPK di kabupaten ini telah membukukan 42.969 HOK.

Sejumlah kasus pelanggaran sempat terjadi dikecamatan ini. Yang terbesar adalah:
Kecamatan Sebuku desa Kekayap, ketua TPK menyatakan biaya upah sudah habis, dana tahap terakhir dibawah Ketua TPK Rp. 20 Juta.

Selain PPK, di kabupaten ini juga diselenggarakan program pemberdayaan masyarakat lain, yakni: SPER (Sarjana Pendamping Ekonomi Rakyat).