PNPM-Perdesaan Tana Tidung

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) dicanangkan oleh Presiden RI, pada 30 April 2007, Program Pengembangan Kecamatan (PPK) menjadi bagian tak terpisahkan dari PNPM Mandiri. Mulai 2007, semua program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan sejumlah instansi pemerintah, diarahkan pada upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan jumlah orang yang mendapat pekerjaan, sesuai dengan tujuan PNPM Mandiri dan Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals/ MDGs).

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) TA 2009 di Kabupaten Tana Tidung mulai aktif pada akhir bulan Juli 2009 yang terdiri dari 3 (tiga) Kecamatan yaitu: Kecamatan Sesayap, Kecamatan Sesayap Hilir, dan Kecamatan Tana Lia. Namun Khususnya untuk Kecamatan Sesayap sudah berpartisipasi sejak Tahun 2003 yaitu ketika masih menjadi bagian wilayah Kabupaten Bulungan pada saat masih bernama Program Pengembangan Kecamatan (PPK).

Data Kependudukan Tahun 2009

No. Kecamatan Jumlah Penduduk Total
Laki-laki Perempuan
1. Sesayap 5.200 4.448 9.648
2. Sesayap Hilir 2.741 2.379 5.120
3. Tana Lia 1.751 1.404 3.155
Total9.6928.23117.923

Lokasi dan Alokasi Dana PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Tana Tidung TA 2009

No. Kecamatan Jumlah Alokasi BLM Sumber Pendanaan
APBD APBN
1. Sesayap 900.000.000 - 900.000.000
2. Tana Lia 900.000.000 450.000.000 450.000.000
3. Sesayap Hilir 900.000.000 450.000.000 450.000.000
Total2.700.000.000900.000.0001.800.000.000

Lokasi dan Alokasi Dana PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Tana Tidung TA 2010

No. Kecamatan Jumlah Alokasi BLM Sumber Pendanaan
APBD APBN
1. Sesayap 750.000.000 300.000.000 450.000.000
2. Tana Lia 1.750.000.000 700.000.000 1.050.000.000
3. Sesayap Hilir 1.000.000.000 400.000.000 600.000.000
Total3.500.000.0001.400.000.0002.100.000.000

Alokasi Dana Subsidi Dana Operasional Kegiatan (DOK) TA 2009

No. Kecamatan Dana Operasional Kegiatan
Perencanaan Pelatihan Masyarakat
1. Sesayap 47.300.000 38.850.000
2. Tana Lia 79.800.000 13.290.000
3. Sesayap Hilir 79.800.000 27.490.000

Alokasi Dana Subsidi Dana Operasional Kegiatan (DOK) TA 2010

No. Kecamatan Dana Operasional Kegiatan
Perencanaan Pelatihan Masyarakat
1. Sesayap 47.300.000 41.070.000
2. Tana Lia 42.300.000 15.510.000
3. Sesayap Hilir 42.300.000 29.710.000

Partisipasi Masyarakat

Setiap lokasi program harus melalui sejumlah tahap kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pelestarian, sesuai Petunjuk Teknis Operasional (PTO) program yang telah ditetapkan. Antusias masyarakat untuk berpartisipasi dalam program dapat dikatakan Cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena kepercayaan masyarakat kepada Program yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat.

Secara umum, tingkat partisipasi masyarakat tertinggi terjadi pada tahap Musyawarah Desa Sosialisasi yakni mencapai 862 orang atau 4,8% dari total jumlah penduduk. Secara spesifik, keterlibatan kaum perempuan juga cenderung sedang yakni rata-rata 30%%. Selain Musyawarah Khusus Perempuan (MKP), partisipasi kaum perempuan tertinggi terjadi pada tahap Penggalian gagasan, mencapai 432 orang atau 45%. Keterlibatan kaum miskin juga cenderung cukup sedang, yakni rata-rata 45%. Tingkat partisipasi kaum miskin tertinggi terjadi pada tahap penggalian gagasan, mencapai 419 org tau 45%.

Partisipasi masyarakat juga ditunjukkan dalam bentuk sumbangan dana dan tenaga (swadaya). Selama pelaksanaan program, tingkat swadaya tertinggi ditunjukkan oleh warga di 3 Kecamatan Sesayap, Sesayap Hilir, tana Lia, kabupaten Tana Tidung, sebesar Rp 78.367.750,-. Atau baru berkisar 3% dari alokasi BLM.

Hasil Kegiatan

Secara akumulatif, PPK/ PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Tana Tidung TA 2010 telah mendanai sebanyak 14 jenis kegiatan masyarakat dalam berbagai bidang. Dengan alokasi BLM PNPM Mandiri Perdesaan 2009, sebesar Rp 2.700.000.000, sedangkan untuk kegiatan ekonomi SPP TA 2009 jumlahnya sebesar Rp.106.000.000 atau baru 4% dari alokasi BLM. Secara rinci kegiatan TA 2009 sebagaimana dalam tabel dibawah ini.

Jenis Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Tana Tidung TA 2009

No. Jenis Kegiatan Jumlah
Usulan
Volume Dana
P L Unit BLM Swadaya
1. Jalan 5 1982 0 0 654.257.900 9.924.000
2. Jembatan 1 60 0 1 45.976.800 770.000
3. Tambatan Perahu 1 20 0 0 93.860.000 2.920.000
4. Irigasi 2 380 0 0 142.204.200 1.955.000
5. Sekolah 4 0 504 4 927.718.800 20.120.000
6. Gedung Kesehatan 2 0 108 2 234.655.000 5.840.000
7. Air Bersih 1 0 0 1 40.914.200 5.253.750
8. MCK 1 0 8 3 69.114.550 9.290.000
9. Bangunan Pelengkap 1 100 0 0 110.000.000 2.145.000
10. Prasarana Umum Lainnya 1 0 48 1 165.410.200 -
11. Sarana & Perlengkapan Pend. 1 0 0 10 15.000.000 -
12. Insentif Tenaga Pendidikan 1 0 0 2 12.631.650 150.000
13. Kegiatan Kesehatan Lainnya 1 0 0 0 51.412.700 100.000
14. Simpan Pinjam Perempuan 7 0 0 13 136.844.000 4.800.000
Total29 2.700.000.000 63.267.750

Pinjaman Bergulir

Selain itu ada 20 kelompok, telah memanfaatkan pinjaman bergulir tanpa agunan, yang dikelola oleh masyarakat sendiri melalui Unit Pengelola Kegiatan (UPK). yang tergabung dalam kelompok Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP). Pada akhir bulan Maret 2009, tingkat pengembalian SPP rata-rata mencapai 96.6%, sedangkan UEP 63.9%.

Tingkat tunggakan masuk di kolektibilitas 5 namun demikian tunggakan ini terjadi sejak 2005 di kelompok UEP sebesar Rp. 23.296.452 sedang di kelopok SPP sebesar Rp. 9.999.400. Dana pinjaman bergulir tersebut umumnya dimanfaatkan warga untuk penambahan modal usaha.

Usaha kelompok penerima manfaat SPP/UEP belum begitu membanggakan dalam upaya pengembangan usaha masyarakat miskin produktif namun demikian ada beberapa produk kelompok berupa tampi (Tampah) di desa Seputuk.

Pembelajaran Transparansi & Akuntabilitas

Selain peningkatan kapasitas, pengelolaan kegiatan pembangunan oleh masyarakat, program juga memberikan pembelajaran transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat dan kelembagaan lokal. Masyarakat dilibatkan secara langsung dalam penggalian gagasan, penentuan usulan/ kegiatan prioritas, pengelolaan pelaksanaan kegiatan pembangunan, pemeliharaan, serta pengawasan dan evalusasinya.

Hasil positif dari pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat, selain meningkatnya daya kritis masyarakat, baik terhadap proses pengelolaan kegiatan dan dana, pengelolaan tenaga kerja, kualitas prasarana/sarana yang dikerjakan, dan lain sebagainya, termasuk indikasi penyalahgunaan dana.