PNPM-Perdesaan Berau

1. Gambaran Umum.

1.1 Geografis dan Kependudukan

Kabupaten Berau berada di bagian utara Propinsi Kalimantan Timur dengan luas wilayah 34.127 km yang meliputi luas daratan dan lautan. Letak daerah ini berada tidak jauh dari Garis Khatulistiwa dengan posisi berada antara 116 sampai dengan 119 BT dan 1 sampai dengan 233' LU.

Pada tahun 2002 terdiri atas 9 kecamatan dengan jumlah desa sebanyak 91 desa kelurahan. Sedangkan pada tahun 2004 terjadi penambahan 2 kecamatan baru yang merupakan pemekaran dari kecamatan lama, yaitu Kecamatan Maratua dan Kecamatan Tubaan. Pada tahun 2005 terjadi lagi pemekaran 2 kecamatan yaitu Kecamatan Biatan dan Kecamatan Batu Putih.Sampai dengan tahun 2006 jumlah kecamatan di Kabupaten Berau sebanyak 13 kecamatan.

Keadaan Topografi Kabupaten Berau bervariasi berdasarkan bentuk relief, kemiringan lereng dan ketinggian dari permukaan laut. Wilayah daratan tidak terlepas dari gugusan bukit dan perbukitan yang terhampar di seluruh wilayah kecamatan. Berbagai tipe hutan utama yang biasanya terdapat di Pulau Kalimantan, terdapat di Kabupaten Berau. Hutan bakau, hutan rawan, dan rawa gambut dijumpai di sepanjang pesisir dan muara sungai Berau. Hutan dipterokarpa dataran rendah tersebar dan bercampur dengan hutan kerangas dan hutan kapur dataran rendah. Di atas ketinggian 1000 m dpl (diatas permukaan laut) hutan dipterokarpa digantikan oleh hutan pegunungan rendah dan pada puncak tertinggi gunung Mantan (2457 m dpl) terdapat hutan yang selalu diliputi awan.

Di Kabupaten Berau terdapat Hutan Kapur Dataran Rendah yang kondisinya masih sangat baik dan yang terbesar di Indonesia Timur. Disamping dikenal sebagai pusat keragaman hayati, hutan kapur merupakan daerah tangkapan air yang penting bagi Kabupaten Berau. Selanjutnya di Kecamatan Talisayan terdapat banyak daerah perbukitan, yang tertinggi dikenal dengan nama Bukit Padai. Sejumlah 7 danau dengan berbagai ukuran, berada di wilayah Kabupaten Berau dengan luas keseluruhan mencapai 15 Ha. Sungai Kelay merupakan sungai terpanjang di Kabupaten Berau. Mengalir dari pegunung sekitar Gunung Mantam, sepanjang 254 kilometer sampai pada pertemuan dengan Sungai Segah membentuk Sungai Berau di Tanjung Redeb. Sungai Segah sendiri panjangnya sekitar 152 kilometer. Hulu sungai berada di sekitar Gunung Kundas. Di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan hulu-hulu Sungai Kelay terdapat hutan primer dataran rendah yang luas, dan yang masih tersisa di Kalimantan. Hutan ini merupakan ekosistem daratan yang paling beragam di dunia. Di DAS Kelay terdapat 11 jenis primata termasuk Orangutan dan Bekantan yang terancam punah. Daerah pesisir Kabupaten Berau terletak di Kecamatan Talisayan, Biduk-Biduk dan Pulau Derawan serta Maratua. Khusus Kecamatan Pulau Derawan dan Maratua terkenal sebagai daerah tujuan wisata dunia, pantai dan lautnya memiliki panorama yang sangat indah dan terdapat beberapa gugusan pulau tempat penyu bertelur.

Kondisi Geografi Kabupaten Berau

1. Letak : 116 BT - 119 BT dan 1 LT - 233' LU.
2. Batas-Batas
a. Sebelah Utara : Kabupaten Bulungan.
b. Sebelah Timur : Laut Sulawesi.
c. Sebelah Selatan : Kabupaten Kutai Timur.
d. Sebelah Barat : Kabupaten Malinau, Kutai Barat dan Kutai Kartanegara
3. Terdiri dari
a. Kecamatan : 13 (tiga belas).
b. Desa : 97 (sembilan puluh tujuh)
c. Kelurahan : 10 (sepuluh).
4. Luas wilayah : 34.127 Km
5. Penduduk
a. Jumlah Penduduk : 160.339 jiwa
b. Jumlah Rumah Tangga : 36.076 RT
c. Kepadatan Penduduk : 4,70 Jiwa/Km
6. Banyaknya sungai : 21
7. Banyaknya danau : 7

Persentase Luas Wilayah Kecamatan

Dapat dilihat pada grafik di atas bahwa proporsi luas wilayah kecamatan relatif tidak merata. Kecamatan dengan luas wilayah terkecil adalah Kecamatan Tanjung Redeb sebesar 0,15 % dari total luas kabupaten. Sedangkan kecamatan dengan persentase luas terbesar adalah Kecamatan Kelay sebesar 17,98 %. Hampir semua kecamatan tersebut dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi darat, sedangkan satu kecamatan yaitu Kecamatan Maratua hanya bisa ditempuh dengan menggunakan transportasi air. Karena letaknya terpisah dengan pulau utama. Kecamatan dengan jarak terjauh dari ibu kota kabupaten adalah Kecamatan Biduk-Biduk. Sedangkan kecamatan dengan jarak terdekat dengan ibu kota kabupaten adalah KecamatanTanjung Redeb yang sekaligus sebagai ibu kota kabupaten.

Jumlah Desa Perkecamatan

Tampak pada grafik di atas, beberapa kecamatan memiliki jumlah desa yang relatif banyak. Sedangkan beberapa yang lainnya hanya memiliki sedikit sekali desa. Kecamatan Sambaliung dan Kecamatan Kelay mempunyai jumlah desa yang terbanyak sebanyak 14 desa menyusul kecamatan Segah dan Gunung Tabur . Kecamatan dengan jumlah desa terkecil adalah Kecamatan Tanjung Redeb, Pulau Derawan dan Maratua. Seiring dengan kebijakan Pemerintah Daerah dengan melaksanakan pemekaran kecamatan baru. Pada akhirnya nanti setiap kecamatan akan memiliki jumlah desa yang relatif merata.

1.2 Ekonomi

Pertanian merupakan mata pencaharian dari sebagian besar masyarakat Kabupaten Berau. Sebagai daerah dengan luas wilayah yang besar dan bentuk serta ketinggian lahan yang khas maka pertanian dapat berkembang dengan baik di daerah ini. Adapun potensi sektor pertanian yang berkembang antara lain padi, palawija, dan Holtikultura dan untuk sektor perkebunan merupakan daya dukung pertumbuhan ekonomi secara langsung dengan di bukanya perkebunan kelapa sawit yang menjadi primadona, disamping hasil perkebunan lainnya berupa kelapa, coklat, kopi, lada, dan hasil perkebunan lainnya. Untuk sektor peternakan yang berkembang adalah ternak sapi, kambing dan unggas serta, sebagian kecil ternak babi dan kuda.

Pada sektor industri dan perdagangan memiliki peranan mutlak dalam kehidupan masyarakat, berbagai jenis industri telah berkembang di Kabupaten Berau, pengaruh semakin terbukanya jalur transportasi semakin menggairahkan perkembangan industri baik skala besar, menengah dan kecil.

Meningkatnya jumlah penduduk Kabupaten Berau serta semakin meningkatnya pertumbuhan berbagai sektor ekonomi mendorong perkembangan sektor lain. Sektor yang berkembang seiring peningkatan tersebut antara lain sektor perdagangan. Sebagai indikator semakin meningkatnya pendapatan masyarakat tentunya berpengaruh terhadap daya beli masyarakat, sehingga sektor perdagangan memegang peranan penting.

Sumber daya alam yang melimpah, berupa kayu dan mineral tambang/ batu bara memungkinkan sektor perdagangan semakin meningkat, hal ini terlihat dari pekembangan perusahaan yang mengelola sumber daya alam yang secara langsung mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Berau.

Salah satu jenis perdagangan utama yang berkembang pesat adalah perdagangan bahan pokok dan bahan penting lainnya. Beras yang merupakan makanan pokok masyarakat disediakan oleh berbagai perusahaan baik swasta maupun negara yang disalurkan kepada seluruh masyarakat. Selain itu barang lain yang disediakan serta dijual oleh berbagai perusahaan tersebut adalah gula pasir, tepung, pupuk,kain dan yang lainnya.

Perdagangan antar daerah mutlak diperlukan karena banyak bahan-bahan keperluan masyarakat yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh masyarakat. Dari tahun ke tahun ekspor dan impor melalui Pelabuhan Tanjung Redeb terus berkembang. Ekspor dari daerah ini meliputi berbagai komoditi diantaranya kayu bulat (log), batu bara, pulp dan lainnya.

Sedangkan daerah ini mengimpor komoditi-komoditi seperti wood chip, bahan kimia, garam dan berbagai komoditi lainnya.Ekspor terbesar adalah batu bara sebayak 6.150.077 metrik ton pada tahun 2006.

PPK dan PNPM MP di Kabupaten Berau.

Kabupaten Berau dari 13 Kecamatan yang ada, sejak tahun 2003 (PPK Fase II) sejak awal ada 4 kecamatan yang berpartisipasi pada program Pengembangan Kecamatan dengan skema full grant ( Sambaliung, Gunung Tabur, Segah dan Talisayan). Di tahun 2004 ada tambahan 1 kecamatan dengan skema Matching Grant yaitu kecamatan Tubaan sampai berakhirnya PPK fase II tahun 2005 dan di tahun 2006 dimulai PPK fase III ada 2 kecamatan yang mendapatkan pendanaan PPK yaitu kecamatan Sambaliung dan Gunung Tabur dilanjutkan pada pelaksanaan PNPM PPK untuk 2 kecamatan (Segah dan Talisayan) dan untuk pelaksanaan PNPM MP kembali menjadi 4 kecamatan seperti awal pelaksanaan PPK.

Cakupan Lokasi PPK di Kabupaten Berau

Tingkat PPK Fase II PPK Fase III PNPM
Mandiri
Perdesaan
2008
Siklus 4
2003
Siklus 5
2004
Siklus 6
2005
Siklus 9
2006
Siklus 10
2007
Kecamatan 4 5 5 2 4 4
Desa 45 54 54 23 45 45

Tabel Dana BLM per Kecamatan

Kecamatan BLM per Tahun
2003 2004 2005 2006 2007 2008
Sambaliung 750000000 750.000.000 750.000.000 750.000.000 750.000.000 2.000.000.000
Gunung Tabur 500000000 500.000.000 500.000.000 500.000.000 500.000.000 1.250.000.000
Segah 500000000 500.000.000 500.000.000 0 500.000.000 2.500.000.000
Talisayan 750000000 750.000.000 750.000.000 0 750.000.000 2.250.000.000
Tubaan 0 500.000.000 500.000.000 0 0 0
Jumlah25000000003.000.000.0003.000.000.0001.250.000.0002.500.000.0008.000.000.000

Tabel Kegiatan PPK Kabupaten Berau

Jenis Kegiatan PPK Fase II PPK Fase III PNPM
Mandiri
Perdesaan
2008
Siklus 4
2003
Siklus 5
2004
Siklus 6
2005
Siklus 9
2006
Siklus 10
2007
Infrastruktur
Jalan (unit) 5 5 5 3 2
Panjang jalan (meter) 4439 8588 12289 3908 6723
Rabat Beton (unit) 3 2 1 1 1
Panjang Rabat Beton (km) 1045 1136 1033 700
Gedung Serba Guna 1 1
Balai Desa 1 1
Jembatan (unit) 20 40 1
Air Bersih (unit) 20 7 3 1 1
Sarana Air Bersih (meter) 4860 25626 10220
MCK (unit)
Pasar Desa 1
Saluran Pasang Batu 1
Irigasi dan Drainase (unit) 1 2
Panjang Irigasi & Drainase (m) 7700 3350
Titian Jalan (m) 129
Pembukaan Lahan 106 52 92
Dermaga Penyebrangan 1
Lain-lain Infrastruktur (Tambatan Perahu) 10 1
Lain-lain Infrastruktur (Pagar Kebun) 1
Lain-lain Infrastruktur (Kandang Ternak) 40
Lain-lain Infrastruktur (Mesin Penggiling Padi) 1
Lain-lain Sarana Prasarana 1 10
Jumlah Hari Orang Kerja (HOK) 15349 15932 22974 3328 4983 1137
Ekonomi
Jumlah Kelompok SPP 31 10 26 38 31 26
Pemanfaat SPP 115 50 130 190 155 130
Jumlah Kelompok UEP 5 - - - - -
Pemanfaat UEP 25 - - - - -
Pendidikan & Kesehatan
Pos Kesehatan / Posyandu 4 2 1
Pengadaan Obat-obatan
Sekolah Baru
Paket Beasiswa (Rp) 8.000.000
Penerima Beasiswa 25
Pengadaan Buku

2. Dana Bergulir UEP dan SPP.

Dana Bergulir berupa kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang disalurkan melalui UPK dimasing-masing kecamatan di Kabupaten Berau sejak tahun anggaran 2003 dan dana bergulir untuk kegiatan berupa Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yang disalurkan sejak tahun anggaran 2003 s/d sekarang dengan besaran sebagai berikut:

  • UEP : Rp. 43,000,000 dengan 5 kelompok.
  • SPP : Rp 1,394,748,000 dengan 162 kelompok

2.1. Perkembangan Dana Bergulir

Tingkat petumbuhan aset dana bergulir yang dikelola Unit Pengelola Kegiatan (UPK) per 31 Mei 2008 seperti terjabar pada tabel berikut:

Tingkat Pertumbuhan Aset

Kecamatan Asset Dana Bergulir di UPK
Dana Awal Saat Ini Pertubuhan (%)
Sambaliung 456.000.000 699.579.484 53,42
Gunung Tabur 317.250.000 426.379.783 34,49
Talisayan 269.500.000 321.355.592 19,24
Segah 234.000.000 296.401.686 26,67
Tabalar 275.500.000 337.157.961 22,38
Jumlah1.552.250.0002.081.174.50634,07

2.2. Tingkat Pengembalian Pinjaman UEP

Tingkat pengembalian pinjaman dana bergulir per tanggal 31 Mei 2008 seperti terjabar pada tabel berikut:

Tingkat Pengembalian Pinjaman SPP

Kecamatan Saldo Pinjaman Pengembalian (%)
Sambaliung
Gunung Tabur
Talisayan
Segah 40.035.200 100
Tabalar
Jumlah40.035.200100

2.3. Tingkat Pengembalian Pinjaman SPP

Tingkat pengembalian pinjaman dana bergulir per tanggal 31 Mei 2008 seperti terjabar pada tabel berikut:

Tingkat Pengembalian Pinjaman SPP

Kecamatan Saldo Pinjaman Pengembalian (%)
Sambaliung 633.520.100 99,9%
Gunung Tabur 375.209.000 100%
Talisayan 290.290.612 96%
Segah 255.315.400 98%
Tabalar 282.443.700 98,1%
Jumlah1.836.778.81298,8%

3. Partisipasi Masyarakat

3.1 Keterlibatan dalam Kegiatan.

Partisipasi masyarakat dalam mengikuti alur tahapan kegiatan secara kualitatif rata-rata bernilai Aktif/ Cukup Aktif/ TidakAktif. Sedang prosentase partisipasi dalam mengikuti kegiatan:

  • Perempuan mencapai 43.75%
  • Orang miskin mencapai 75.17%

3.2 Swadaya

Bentuk swadaya masyarakat dalam menunjang pelaksanaan PPK terdiri dari swadaya material yang meliputi Bahan, Alat dan Lahan sepert tabel berikut:

Swadaya Material

Kecamatan Jenis Swadaya
Bahan Alat Lahan (m)
Sambaliung
Gunung Tabur
Segah
Talisayan
Jumlah

Swadaya Tenaga Kerja

Kecamatan Swadaya Tenaga Kerja
HOK Perempuan Orang Miskin
Sambaliung 13315 21 112
Gunung Tabur 11165 117
Segah 31247 144 788
Talisayan 3837 5 625
Tubaan 5834 65
Jumlah653982351642

Swadaya Uang Tunai

Kecamatan Swadaya Uang Tunai
Sambaliung 319195000
Gunung Tabur 367412000
Talisayan 624774000
Segah 517813000
Tabalar 74156500
Jumlah1903350500

4. Data Kegiatan di Kecamatan

4.1 Kecamatan Sambaliung
Tahun Pelaksanaan : 2003, 2004, 2005, 2006, 2007.
Total Dana BLM : Rp 3.750.000.000
Desa Partisipasi : 14 Desa
Desa Terdanai : 14 Desa
4.1.1 Desa Tanjung Perangat
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2005, 2006, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 47.500.000
Saat ini : Rp 57.500.000
Lain-lain Sarana Prasarana (2003)
Balai Pertemuan (2006)
4.1.2 Desa Gurimbang
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2005, 2006, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 85.500.000
Saat ini : Rp 230.000.000
Dana Awal UEP : Rp 18.000.000
Rahab Jalan (2003)
4.1.3 Desa Pilanjau
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2005, 2006, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 47.500.000
Saat ini : Rp 492.000.000
Air Bersih (2004)
4.1.4 Desa Sambaliung
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2005, 2006, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 76.000.000
Saat ini : Rp 686.000.000
Lain-lain Sarana Prasarana (2003)
4.1.5 Desa Sukan Tengah
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2004, 2005, 2006, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 66.500.000
Saat ini : Rp 202.000.000
Pasar /Bangunan pasar (2004)
4.1.6 Desa Pesayan
Mendapat dana PPK tahun 2005, 2006, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 28.500.000
Saat ini : Rp 48.500.000
Jalan (2007)
4.1.7 Desa Long Lanuk
Mendapat dana PPK tahun 2004, 2007.
Betonisasi Jalan (2004)
Kandang Ternak (2007)
4.1.8 Desa Bena Baru
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2006, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 76.000.000
Saat ini : Rp 76.000.000
Air Bersih (2003)
Rabat Beton (2007)
4.1.9 Desa Tumbit Dayak
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2004, 2005, 2006.
Dana Awal SPP : Rp 19.000.000
Saat ini : Rp 114.000.000
Air Bersih (2004)
Rabat Beton (2006)
4.1.10 Desa Rantau Panjang
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2005, 2006.
Dana Awal SPP : Rp 28.500.000
Saat ini : Rp 93.500.000
Saluran Pasang Batu (2006)
4.1.11 Desa Pegat Bukur
Mendapat dana PPK tahun 2004, 2006.
Dana Awal SPP : Rp 9.500.000
Saat ini : Rp 9.500.000
Air Bersih (2004)
Jembatan (2004)
4.1.12 Desa Bebanir Bangun
Mendapat dana PPK tahun 2003.
Air Bersih (2003)
4.1.13 Desa Inaran
Mendapat dana PPK tahun 2004.
Air Bersih (2004)

4.2 Kecamatan Gunung Tabur
Tahun Pelaksanaan : 2003, 2004, 2005, 2006, 2007.
Total Dana BLM : Rp 2.500.000.000
Desa Partisipasi : 11 Desa
Desa Terdanai : 11 Desa
4.2.1 Desa Tasuk
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2004, 2005, 2006, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 44.250.000
Saat ini : Rp 144.250.000
Jalan (2004)
Jalan (2007)
4.2.2 Desa Samburakat
Mendapat dana PPK tahun 2004, 2006, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 38.000.000
Saat ini : Rp 77.000.000
Jalan (2004)
Posyandu (2006)
Jalan (2007)
4.2.3 Desa Gunung Tabur
Mendapat dana PPK tahun 2005, 2006, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 28.500.000
Saat ini : Rp 228.500.000
Air Baku (2006)
4.2.4 Desa Batu Batu
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2006.
Dana Awal SPP : Rp 19.000.000
Saat ini : Rp 52.500.000
Lain-lain Sarana Prasarana (2003)
Pagar Kebun (2006)
4.2.5 Desa Maluang
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2005, 2006, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 36.500.000
Saat ini : Rp 175.500.000
Jalan (2003)
4.2.6 Desa Melati Jaya
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2006, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 33.250.000
Saat ini : Rp 148.000.000
Jalan (2003)
4.2.7 Desa Merancang Ulu
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2005, 2006, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 46.500.000
Saat ini : Rp 126.500.000
Tambatan Perahu (2003)
4.2.8 Desa Pulau Besing
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2006, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 14.250.000
Saat ini : Rp 14.250.000
Titian Jalan (2003)
4.2.9 Desa Merancang Ilir
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2006, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 38.000.000
Saat ini : Rp 127.000.000
Jalan (2003)
4.2.10 Desa Sambakungan
Mendapat dana PPK tahun 2004, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 19.000.000
Saat ini : Rp 79.000.000
Tambatan Perahu (2004)
4.2.11 Desa Birang
Dana Awal SPP : -
Saat ini : Rp 35.000.000

4.3 Kecamatan Segah
Tahun Pelaksanaan : 2003, 2004, 2005, 2006, 2007.
Total Dana BLM : Rp 2.000.000.000
Desa Partisipasi : 11 Desa
Desa Terdanai : 11 Desa
4.3.1 Desa Tepian Buah
Mendapat dana PPK tahun 2004, 2005, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 47.500.000
Saat ini : Rp 210.500.000
Lain-lain Sarana Prasarana (2004)
Balai Pertemuan (2007)
4.3.2 Desa Pandan Sari
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 19.000.000
Saat ini : Rp 19.000.000
Rabat Beton (2007)
4.3.3 Desa Long Laay
Mendapat dana PPK tahun 2003.
Balai Desa (2003)
4.3.4 Desa Long Ayan
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2004, 2005.
Dana Awal SPP : Rp 19.000.000
Saat ini : Rp 19.000.000
Posyandu (2003)
Jalan (2004)
4.3.5 Desa Punan Segah
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2004.
Pengadaan Obat-obatan (2003)
Betonisasi Jalan, Lain-lain Sarana Prasarana (2004)
4.3.6 Desa Punan Maliau
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2004, 2005, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 38.000.000
Saat ini : Rp 58.000.000
Rehab Jalan (2003)
4.3.7 Desa Harapan Jaya
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2004, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 47.500.000
Saat ini : Rp 331.500.000
Dana Awal UEP : Rp 25.000.000
Saat ini : Rp 175.000.000
Lain-lain Sarana Prasarana (2003)
4.3.8 Desa Bukit Makmur
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 19.000.000
Saat ini : Rp 90.000.000
Gorong-gorong/ Jembatan (2003)
4.3.9 Desa Long Ayap
Mendapat dana PPK tahun 2004.
Betonisasi Jalan (2004)
4.3.10 Desa Punan Mahkam
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 19.000.000
Saat ini : Rp 19.000.000
4.3.11 Desa Gunung Sari
Mendapat dana PPK tahun 2003.
Dana Awal SPP : Rp 9.500.000
Saat ini : Rp 29.500.000

4.4 Kecamatan Talisayan
Tahun Pelaksanaan : 2003, 2004, 2005, 2006, 2007.
Total Dana BLM : Rp 3.000.000.000
Desa Partisipasi : 9 Desa
Desa Terdanai : 9 Desa
4.4.1 Desa Talisayan
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2005, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 38.000.000
Saat ini : Rp 173.000.000
Air Bersih (2007)
4.4.2 Desa Suka Murya
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 9.500.000
Saat ini : Rp 19.498.000
Jalan (2007)
4.4.3 Desa Bumi Jaya
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 28.500.000
Saat ini : Rp 28.500.000
Jembatan, Posyandu (2003)
Jalan (2007)
4.4.4 Desa Campur Sari
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2005, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 28.000.000
Saat ini : Rp 149.000.000
Posyandu (2003)
4.4.5 Desa Purnasari Jaya
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2005, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 28.500.000
Saat ini : Rp 164.500.000
Air Bersih, Posyandu (2003)
4.4.6 Desa Karangan
Mendapat dana PPK tahun 2003.
Air Bersih (2003)
4.4.7 Desa Sumber Mulia
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2005, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 19.000.000
Saat ini : Rp 55.000.000
Air Bersih (2003)
4.4.8 Desa Kayu Indah
Mendapat dana PPK tahun 2004, 2005.
Dana Awal SPP : Rp 14.500.000
Saat ini : Rp 40.500.000
Jalan (2004)
4.4.9 Desa Eka Sapta
Mendapat dana PPK tahun 2004, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 19.000.000
Saat ini : Rp 39.000.000
Jalan (2004)
4.4.10 Desa Manunggal Jaya
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2004.
Dana Awal SPP : Rp 9.000.000
Saat ini : Rp 70.000.000
4.4.11 Desa Tunggal Bumi
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2005, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 38.000.000
Saat ini : Rp 87.000.000
Perkerasan jalan
4.4.12 Desa Dumaring
Mendapat dana PPK tahun 2003, 2005, 2007.
Dana Awal SPP : Rp 38.000.000
Saat ini : Rp 114.000.000

Permasalahan dan penanganannya di Kabupaten Berau.

Permasalahan yang muncul seiring pelaksanaan PPK/PNPM MP di kabupaten Berau hanya berkisar pada tunggakan angsuran, dan dari permasalahan tersebut menjadi wahana pembelajaran bagi pelaku PNPM MP Khusunya dan masyarakat umumnya. Adapun permasalahn yang pernah ada dan dapat diselesaikan dengan baik oleh pelaku PPK/PNPM MP antara lain:

  1. Tunggakan angsuran di Kampung Tunggal Bumi Kecamatan Talisayan sebesar Rp. 12.500.000,- yamg sebelumnya menjadi polemik karena ada prasangka pos majure, dan di kalim angsuran dari anggota kelompok ikut terbakar seiring musibah yang terjadi pada pengurus kelompok, denagan langkah yang tepak, UPK dengan difasilitasi Fasilitator Kecamatan melakukan identifikasi permasalahn. Dari langkah tersut di temui permasalahn yang senyatanya dan melalui pendekatan pemberdayaan dan persuasif akhirnya permasalahan tunggakan angsuran dapat di selesaikan pada bulan April 2008.

  2. Permasalahan tunggakan juga terjadi di kampung Long Ayan Kecamatan Segah, tunggakan pokok pinjaman sebesar Rp. 10.687.000, penyelesaian berlarut-larut karena penunggak yang terbesar bukan pada anggota kelompok tapi pada pengurus kelompok, sama seperti langkah yang dilakukan di talisayan, permasalahan tunggakan sudah ada komitmen dari kepala Kampung untuk menyelesaikan tunggakan tang ada. Dan perkembangan terakhir, di akhir bulan Mei 2008 sudah ada pengembalian dari kelompok kepada UPK.

Kabupaten Berau dengan 13 Kecamatan 12 kecamatan tersasar program pemberdayaan, 4 Kecamatan termasuk skema pembiyaan dengan pola PNPM Dan 8 kecamatan mendapatkan dana pemberdayaan sama seperti pola PNPM Mandiri yang dinamai PPK Mandiri. Yang berlangsung dari tahun 2007 2008. Adapun dana yang di kucurkan untuk PPKM sebesar meskipun tampak nilainya kecil yaitu 12,9 Milyar dan dana pendampingan untuk masyarakat sebesar 1,2 milyar untuk insentif para pelaku PPKM dan PNPM sebanyak 1605 pelaku yang tersebar di 12 kecamatan.