PNPM-Perdesaan Malinau

Kabupaten Malinau merupakan pemekaran dari Kabupaten Bulungan berdasarkan UU No. 47 Tahun 1999 yang luas wilayahnya sebesar 42.620,70 km merupakan kabupaten terluas di Propinsi Kalimantan Timur dengan persentase 17,38% dari luas wilayah Kaltim. Terletak pada 1143522 1165055 Bujur Timur dan 12136 41055 Lintang Utara.

Secara Administratif Kabupaten Malinau memiliki batas wilayah sebagai berikut:

  • Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Nunukan.
  • Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bulungan, Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur.
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat dan Kutai Kertanegara.
  • Sebelah barat berbatasan dengan negara bagian di timur Malaysia yakni Serawak.

Pada tahun 2006 Kabupaten Malinau terbagi dalam 12 kecamatan dan 106 desa dengan luas wilayah sebagai berikut:

No Kecamatan Jumlah
Desa
Luas Wilayah
km %
1 Kayan Hulu 5 1.594,93 3.74
2 Sungai Boh 5 2.567,46 3.68
3 Kayan Hilir 5 12.921,40 30.32
4 Pujungan 8 6.125,50 14.37
5 Malinau Kota 6 474,92 1.11
6 Malinau Selatan 24 2.107,25 4.94
7 Malinau Utara 12 508,25 1.19
8 Malinau Barat 9 2.147,93 5.04
9 Mentarang 14 5.297,37 12.43
10 Kayan Selatan 5 2.645,61 6.21
11 Bahau Hulu 6 5.425,70 12.73
12 Mentarang Hulu 7 1.804,70 4.23
Jumlah10642.620,70

Dimana terdapat 5 kecamatan yang berbatasan langsung dengan negara bagian di timur Malaysia (Serawak) yaitu Kecamatan Kayan Selatan, Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Pujungan, dan Kecamatan Bahau Hulu.

Wilayah Kabupaten Malinau didominasi topografi bergelombang dengan kemiringan landai sampai dengan curam dengan ketinggian berkisar antara 0 2000 m diatas permukaan laut. Daerah dataran rendah yang subur pada umumnya dijumpai di kawasan sepanjang sungai khususnya di Kecamatan Malinau. Kecamatan Malinau Utara, Kecamatan Malinau barat, Kecamatan Malinau Selatan, sepanjang Sungai Malinau, Sungai Simendurut, Sungai Sembuak, Salap serta sebagian di sekitar ibukota Kecamatan Mentarang. Sedangkan sebagian besar Kabupaten Malinau terdapat daratan tinggi yang terjal yang ditumbuhi hutan belantara yaitu sebagian Kecamatan Mentarang. Kecamatan Mentarang Hulu, Kecamatan Pujungan, Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Bahau Hulu, Kecamatan Kayan Selatan dan Kecamatan Sungai Boh meliputi dataran tinggi, perbukitan dengan pegunungan dengan ketinggian 500 2000 meter diatas permukaan air laut.

Malinau dipinggiran aliran sungai. Sedangkan sebagian besar dataran tinggi seperti yang terdapat di Kecamatan Pujungan, Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Sungai Boh dan sebagian Kecamatan Mentarang serta Kecamatan Mentarang Hulu mulai dari Paking, Semamu, Long Berang sampai dengan Long Pala.

Kemiringan tanah di Kabupaten Malinau cukup bervariasi dari 0 2 % sampai lebih dari 40 %. Dataran rendah hanya sebagian kecil didaerah kecamatan. Struktur geologi Kabupaten Malinau ini adalah Kekar, Sinklin, Antiklin, sesar normal, sesar mendatar dan sesar naik. Dengan kondisi topografi tersebut sangat berpengaruh terhadap peluang budidaya suatu jenis komoditi, potensi dan persediaan air, dinamika hidrologi dan kerentanan terhadap erosi. Pada daerah dengan kemiringan lahan 3 15 % adalah kawasan yang potensial untuk pengembangan pertanian pangan dan perkebunan dengan masukan teknologi rendah sampai sedang, seperti pembuatan teras gulud atau teras bangku. Untuk daerah dengan kemiringan lahan 15 40 % pertumbuhannya terbatas hanya untuk perkebunan dengan masukan teknologi tinggi untuk konservasi.

Jumlah penduduk sampai Bulan Mei 2006 berjumlah 56.186 jiwa yang terdiri dari 29.504 laki-laki dan 26.682 perempuan, dimana jumlah penduduk miskinnya pada tahun 2005 sebanyak 32.429 jiwa. Dengan rata-rata pertambahan penduduk 0,5 % per bulan.

Selain merupakan kawasan perbatasan, Kabupaten Malinau juga termasuk daerah tertinggal, pengukuran daerah tertinggal ini berdasarkan tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Infrastruktur merupakan penyebab langsung dan tidak langsung dari kemiskinan karena keterbatasan jaringan jalan, layanan listrik, telepon, air bersih, pasar dan perbankan.

Pada table berikut akan terlihat kondisi sarana dan prasarana Kabupaten Malinau juga usia produktif berdasarkan pendidikan tersebut.

Tabel Sarana Pendidik di 9 Kecamatan Tahun 2005

No Musrembang
Kecamatan
Jumlah Sekolah
TK SD SLTP SLTA Jumlah
1 Malinau 2 11 3 5 21
2 Malinau Utara 1 13 1 1 16
3 Malinau Barat 1 9 1 1 12
4 Malinau Selatan - 12 1 - 13
5 Mentarang 1 11 1 - 13
6 Kayan Hulu - 8 2 2 12
7 Kayan Hilir - 3 2 - 5
8 Pujungan - 14 2 - 16
9 Sungai Boh - 2 2 - 4
Jumlah583153112

Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau

Pendidikan Tinggi yang Bisa
Diselesaikan/ Ditamatkan
Jumlah
(Jiwa)
%
Tidak/ Belum Pernah Sekolah 6.501 35.6
Tidak/ Belum Pernah Tamat SD 9.913 54.4
SD 972 5.3
SMP/ Sederajat 673 3.6
SMU/ Sederajat 427 2.3
Diploma/ Sarjana 232 1.2
18.218100

Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau

Sarana dan Prasaran Kesehatan yang tersebar di Kecamatan sebagai berikut:

  • RSUD 1 unit.
  • Puskesmas Induk 9 unit.
  • Puskesmas Persiapan Induk 3 unit.
  • Puskesmas Pembantu 28 unit (rasio 1:3,8 desa).
  • Posyandu Balita 84 unit rasio 1:1,26 desa).
  • Posyandu Usia Lanjut 12 unit (rasio 1:8,8 desa).
  • Puskesmas Keliling (air) 3 unit.

Sarana Peribadatan pada tahun 2005:

  • Masjid 18 unit.
  • Mushola/ Langgar 19 unit.
  • Gereja Protestan 144 unit.
  • Gereja Katolik 33 unit.
  • Vihara 1 unit.

Sarana Perekonomian pada tahun 2005:

  • Pasar Induk 1 unit.
  • Pasar Desa 5 unit.
  • Bank 2 unit.
  • Koperasi 53 unit.
  • UKM 53 unit.
  • Usaha dagang 765 unit.
  • Industri Kecil 220 unit.

Sedangkan untuk sarana perhubungan sampai saat ini, Kabupaten Malinau memiliki:

  • Panjang jalan 597.85 km.
  • Dermaga sungai berjumlah 2 unit.
  • Bandara udara berjumlah 2 unit.
  • Lapangan Perintis sebanyak 12 unit.

Tabel Dana BLM PNPM-MP Per Kecamatan TA 2008

No Kecamatan BLM
APBN APBD
1 Kayan Hulu
1.000.000.000
-
2 Malinau Utara
500.000.000
500.000.000
3 Mentarang
875.000.000
875.000.000
4 Malinau Barat
750.000.000
750.000.000

Keterlibatan dalam Kegiatan

Partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan secara kualitatif rata-rata bernilai cukup, sedangkan prosentase partisipasi dalam mengikuti kegiatan:

  1. Perempuan Mencapai = 50,8 %.
  2. Orang Miskin mencapai = 57,96 %

1. Kecamatan Kayan Hulu
Tahun Pelaksanaan : 2008.
Total Dana BLM : Rp 1.000.000.000.
Desa Partisipasi : 5 desa.
Desa Terdanai : 3 desa.
1.1 Desa Long Temuyat
Mendapat Dana PNPM-Perdesaan 2008.
Dana Awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana Fisik : Rp 325.000.000.
Berupa : Pembukaan Jalan 6 x 850 m.
1.2 Desa Nawang Baru
Mendapat Dana PNPM-Perdesaan 2008.
Dana Awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana Fisik : Rp 325.000.000.
Berupa : Perkerasan Beton 3 x 460 m.
1.3 Desa Long Nawang
Mendapat Dana PNPM-Perdesaan 2008.
Dana Awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana Fisik : Rp 325.000.000.
Berupa : Perkerasan Beton 3 x 460 m.

2. Kecamatan Malinau Utara
Tahun Pelaksanaan : 2008.
Total Dana BLM : Rp 1.000.000.000.
Desa Partisipasi : 12 desa.
Desa Terdanai : 12 desa.
2.1 Desa Sembuak Warod
Mendapat Dana PNPM-Perdesaan 2008.
Dana Awal SPP : Rp 12.631.500.
Sampai saat ini : Rp 12.631.500.
Sarana Fisik : Rp 70.105.250.
Berupa : MCK 2 x 2 m, 32 unit.
2.2 Desa Luso
Mendapat Dana PNPM-Perdesaan 2008.
Dana Awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana Fisik : Rp 73.556.285.
Berupa : MCK 2 x 2 m, 15 unit.
2.3 Desa Respen Tubu
Mendapat Dana PNPM-Perdesaan 2008.
Dana Awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana Fisik : Rp 80.571.250.
Berupa : MCK 2 x 2 m, 19 unit.
2.4 Desa Malinau Seberang
Mendapat Dana PNPM-Perdesaan 2008.
Dana Awal SPP : Rp 25.368.000.
Sampai saat ini : Rp 25.368.000.
Sarana Fisik : Rp 60.364.500.
Berupa : Jembatan Beton 3 x 4 m, 4 unit.
: Jembatan Kayu 1 x 3 m, 18 unit.
2.5 Desa Kelapis
Mendapat Dana PNPM-Perdesaan 2008.
Dana Awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana Fisik : Rp 70.218.000.
Berupa : Drainase 0,50 x 700 m.
2.6 Desa Belayan
Mendapat Dana PNPM-Perdesaan 2008.
Dana Awal SPP : Rp 47.368.350.
Sampai saat ini : Rp 47.368.350.
Sarana Fisik : Rp 39.230.000.
Berupa : MCK 2 x 2 m, 8 unit.
2.7 Desa Kaliamok
Mendapat Dana PNPM-Perdesaan 2008.
Dana Awal SPP : Rp 22.893.000.
Sampai saat ini : Rp 22.893.000.
Sarana Fisik : Rp 99.982.875.
Berupa : Sarana Air Bersih 2000m.
2.8 Desa Lubak Manis
Mendapat Dana PNPM-Perdesaan 2008.
Dana Awal SPP : Rp 54.563.000.
Sampai saat ini : Rp 54.563.000.
Sarana Fisik : Rp 325.000.000.
Berupa : Perkerasan Beton 3 x 450 m.
2.9 Desa Semengaris
Mendapat Dana PNPM-Perdesaan 2008.
Dana Awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana Fisik : Rp 74.745.390.
Berupa : Gedung TK 10 x 8 m.
2.10 Desa Putat
Mendapat Dana PNPM-Perdesaan 2008.
Dana Awal SPP : -
Sampai saat ini : -
Sarana Fisik : Rp 68.157.850.
Berupa : Penampungan Air Hujan 35 unit.
2.11 Desa Salap
Mendapat Dana PNPM-Perdesaan 2008.
Dana Awal SPP : Rp 24.210.500.
Sampai saat ini : Rp 24.210.500.
Sarana Fisik : Rp 48.395.300.
Berupa : Drainase : 0,5 x 1 x 50 m.
2.12 Desa Seruyung
Mendapat Dana PNPM-Perdesaan 2008.
Dana Awal SPP : Rp 23.683.000.
Sampai saat ini : Rp 23.683.000.
Sarana Fisik : Rp 325.000.000.
Berupa : Gedung Posyandu 6 x 8 m.

3. Kecamatan Malinau Barat
Sampai dengan akhir September 2008, Kecamatan Malinau Barat masih dalam proses Penyusunan Disain dan RAB.
4. Kecamatan Mentarang
Sampai dengan akhir September 2008, Kecamatan Mentarang masih dalam proses Penyusunan Disain dan RAB.

Selain Program PNPM-MP Kab Malinau pada TA 2008 ini juga melaksanakan Program Gerbang Dema yang yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.